POSTINGAN POPULER

Friday, April 20, 2018

PEDAGANG ATAU WIRAUSAHA?

Alhamdulillah acara Kab Bogor Berdaya hari ini berjalan lancar meski sempat diwarnai kekhawatiran panitia karena hujan mengguyur Bogor dan Cibinong dari pagi. Sekitar jam 9 lewat sedikit acara dimulai dengan pemaparan yang asyik serta menarik dari Ketua Umum Forum UMKM Kab Bogor yaitu Kang Haikal Thalib, dengan topik 'Menjadi UKM Juara.'
Dengan sangat rendah hati namun kaya hadiah, Kang Haikal memberi rahasia kecil agar bisa menjadi UKM Juara, yaitu dengan menyitir salah satu hadits nabi “KHAIRUNNAS ANFA’UHUM LINNAS”
"Sebaik-baik manusia diantaramu adalah yang paling banyak bermanfaat bagi orang lain.”
Kang Haikal membuktikan hal ini dengan membagi-bagikan hadiah kepada para peserta. Beliau memiliki prinsip 'pay it forward', yang secara maknawi berarti, 'jangan biarkan kemurahan hati ini berakhir pada diri Anda, namun teruskanlah kepada orang di sekitar Anda'
Sebuah prinsip sederhana namun jika dilakukan oleh semua orang maka 'Menjadi UKM Juara' adalah sebuah keniscayaan.
Hatur nuhun pisan Kang Haikal sudah memberi pencerahan kepada kami di pagi yang mendung tadi.
***
Acara selanjutnya adalah giliran saya menyampaikan 'The Art of Entrepreneurship', atau seni menjadi wirausaha.
Menurut Ir.Ciputra, ada tiga jenis Wirausaha :
1.Necessity Entrepreneur
yaitu menjadi wirausaha karena terpaksa dan desakan kebutuhan hidup.
2.Replicative Entrepreneur
yang cenderung meniru-niru bisnis yang sedang ngetren sehingga rawan terhadap persaingan dan kejatuhan.
3.Inovatif Entrepreneur
wirausaha inovatif yang terus berpikir kreatif dalam melihat peluang dan meningkatkannya.
***
Seringkali orang tidak bisa membedakan antara pedagang dengan wirausaha. Mereka menganggap wirausaha pastilah seorang pedagang atau sebaliknya, padahal survey membuktikan bahwa kedua profesi ini sangatlah jauh berbeda. Lalu dimana bedanya?
Pedagang memiliki dagangan, sementara wirausaha memiliki BISNIS. Loh, apa bedanya kalau begitu,  bukankah dagangan para pedagang tadi juga merupakan bisnis mereka.
Sebentar, jangan sewot dulu Kawan, ternyata BISNIS para wirausaha di sini merupakan akronim dari:
• Berbasis Ilmu
• Inovatif
• Strategis
• Niat yang kuat
• Informasi dan Teknologi
• Supel
Kita boleh disebut memiliki BISNIS ketika ke-6 syarat di atas terpenuhi, jika belum, bisa jadi kita baru sebatas menjadi seorang pedagang. Saya akan mengakhiri tulisan ini dengan sebuah cerita menarik di bawah ini:
Si Bejo adalah salah satu mahasiswa ternama di Universitas Indonesia. Seperti biasanya, setelah pulang kuliah Si Bejo langsung nongkrong di depan kampus tempat orang berjualan teh botol. Tanpa basa-basi Si Bejo langsung meminta satu teh botol. Iseng-iseng ia bertanya pada si tukang teh botol yang bernama Pak Untung,
“Pak Untung sudah lama jualan teh botol?”
“Sekitar 20 tahun lebih, Dik!” jawab Pak Untung
Bejo kembali bertanya, ”Bapak anaknya berapa?”
Sambil melayani pembeli, Pak Untung menjawab, ” Saya mempunyai 3 (tiga) anak laki-laki. Anak saya yang pertama di IPB, yang kedua di ITB, dan terakhir di UGM.”
Dalam hati, Bejo sangat heran, tidak disangka anak seorang tukang teh botol bisa kuliah di IPB, ITB, dan UGM. Berarti anaknya pintar-pintar. Bejo kembali bertanya,
“Ngomong-ngomong anak bapak ambil jurusan apa, Pak?”   Dengan santainya Pak Untung menjawab,
” Enggak, Dik. Di sana mereka jualan teh botol juga. Hehehehe….. :)
Nah, menurut Anda Pak Untung tadi seorang Pedagang, atau Wirausaha?
Tabik
-haridewa-
Happiness Life Coach
WA: 08179039372
FB: Hari Dewanto

Accept & Explore

Mungkin selama ini sebagian dari Anda sudah familiar dengan istilah accept &  utilize. Terima dan manfaatkan. Pameo ini banyak diugemi oleh praktisi aikido dan hipnosis. Prinsipnya adalah kita memanfaatkan hal apapun yang ada pada klien (atau lawan dalam aikido) untuk membantu menyelesaikan masalah klien (atau untuk menjatuhkan lawan)

Sementara istilah accept &  explore saya dapatkan ketika mengikuti salah satu sesi seminar Arvan Pradiansyah (Motivator Nasional di Bidang Happiness) ketika membahas tentang rasa syukur.

Hasil gambar untuk cellphoneMenurut para ulama syukur adalah bersyukur dan berterima kasih kepada Allah, lega, senang dan menyebut nikmat yang diberikan kepadanya di mana rasa senang. Lega itu terwujud pada lisan, hati maupun perbuatan.
Menurut Arvan Pradiansyah dalam syukur terdapat dua unsur yaitu menerima (accepting) dan mengeksplor (exploring).

Mengucapkan terimakasih, merasa lega dan senang serta menyebut nikmat yang telah kita terima merupakan indikasi dari unsur accepting tadi. Namun ternyata belumlah lengkap ungkapan syukur kita tadi ketika kita belum melakukan ekplorasi atas nikmat yang telah kita terima tadi.

Accept
Mari kita ikuti ilustrasi berikut ini. Suatu hari tiba-tiba Anda mendapatkan hadiah berupa smartphone dari bos Anda. Tentunya Anda akan menerima hadiah tersebut dengan wajah berseri-seri, tak lupa dari mulut Anda meluncur  bertubi-tubi ucapan terima kasih. Sebuah reaksi yang sangat wajar bukan? Dan tentunya wajah bos Anda juga tak kalah sumringahnya menyadari kegembiraan Anda menerima (accepting) hadiah tersebut. Waktupun terus berjalan, dengan antusias Anda sudah menggunakan smartphone hadiah tadi untuk melakukan telephon dan sms. Sampai Anda sadari bahwa raut bos Anda selalu kelihatan masygul kalau berbicara dengan Anda.

(Not) Explore (yet)
Tahukah Anda apa penyebabnya? Ya, dia merasa telah salah menghadiahi sebuah smartphone kepada Anda yang hanya Anda gunakan untuk telepon dan sms. Anda tidak melakukan eksplorasi fungsi lain benda canggih tersebut.
Padahal masih banyak fungsi lain dari sebuah smartphone selain untuk bertelephon dan ber sms-ria. Anda bisa menjelajah internet misalnya. Atau melakukan chatting, bahkan videocall. Karena menganggap Anda belum bersyukur, bisa saja bos Anda mengambil lagi hadiah tersebut dan diberikannya kepada orang lain yang menurutnya akan mengeksplorasi fungsinya.
***

Pembaca yang budiman, sebagai ciptaan Allah paling sempurna,  kita telah dikarunia pelbagai potensi untuk menghadapi segala macam tantangan hidup. Kita hanya akan dikatakan bersyukur setelah kita melewati tahapan menerima dan mengeksplor tadi.
Oleh karena itu kita perlu ngulik segala sumber daya yang ada dalam diri kita dan mengembalikannya kepada alam semesta ini dalam bentuk manfaat yang sebesar-besarnya.
Explore
Sedari kecil, saya sering penasaran dengan pelbagai hal di sekita saya. Melihat lilin bisa menyala tanpa minyak pun membuat saya penasaran. Bahkan perjumpaan saya dengan istilah hipnosis pun karena penasaran melihat aksi sulap orang yang mampu menggerakkan boneka dari jarak jauh di sebuah pasar malam.
Karena penasaran maka saya selalu mencari tahu jawaban atas kepenasaran saya tadi. Maka ketika sekarang sudah mendedikasikan diri sebagai seorang terapis dan trainer hipnosis, saya juga masih rajin mengeksplore apa saja kelebihan manusia dibandingkan makhluk lain.

Dalam workshop Find The Hypnotist in YOU! beberapa waktu yang lalu, kembali saya mengeksplore kemampuan seorang peserta dengan membuka mata bathinnya. Sebelumnya saya sudah memiliki keyakinan bahwa dengan satu dan beberapa teknik maka manusia akan memiliki kemampuan untuk melihat menembus pandang pelbagai wujud  meski terhalang benda lain.

Dan benar saja setelah melakukan induksi dan memastikan bahwa klien sudah berada pada gelombang theta alias deep trance maka kamipun melakukan beberapa eksperimen.
Eksperimen pertama, saya menuliskan sebuah angka di telapak tangan saya kemudian saya kepalkan tangan kiri tadi, dan saya minta suyet untuk berkonsentrasi menembus telapak tangan saya. Dalam kesempatan pertma dia langsung bisa melihatnya. Angka yang saya tuliskan adalah 7, dan dia seolah melihat angka 7 terbalik di punggung telapak tangan saya. Luar biasa!

Eksperimen kedua, kali ini yang memberikan sugesti adalah alumnus training yang sedang reseat (Pak Kono). Saya menyusun dua kertas warna origami di bawah selembar karton tebal dan kemudian Pak Kono memberikan sugesti bahwa mata suyet menjadi lebih peka dan tajam sehingga mampu menembus karton tebal untuk melihat warna apa yang tersembunyi di baliknya.

Hanya sekilas melihat, suyet tersenyum dan menjawab, merah dan kuning. Pak Kono tertawa takjub dan mau membuka kartonnya. Segera saya tahan dan saya bertanya lagi di sebelah mana warna merahnya. Dengan tenang suyet menjawab, merah kanan, kuning kiri. Dan tepat lagi jawaban suyet. Warbyazahh! 

Belum puas dengan dua eksplorasi tadi, Pak Kono mencoba teknik baru yaitu kacamata ajaib. Kali ini setelah memberikan sebuah kacamata plastik kepada suyet sambil mengatakan bahwa itu adalah kacamata ajaib yang mampu menembusa pandang, Pak Kono menuliskan sebuah huruf di balik karton. Dengan cepat suyet menjawab, huruf A. Dan tepat lagi.

Bahkan ketika suyet diminta untuk mendeteksi kaki sebelah mana dan hernia sebelah mana yang bermasalah, suyetpun masih mampu menjawab dengan tepat.
Iseng saya tanya suyet, itu uang yang di kantong baju Pak Kono berapa nilainya. Kalau bisa jawab maka uang itu jadi milik suyet. Dia tersenyum dan minta kepastian dari sang empunya uang. Pak Kono mengiyakan. "Sepuluh ribu",  jawab suyet. Pak Kono tertawa lebih takjub lagi sambil mengeluarkan lembaran sepuluh ribuan baru dan mengangsurkan kepada suyet. "Untung bukan seratus ribuan", gumam Pak Kono. Warrrbyaazaaah banggeds!

Dan sehari setelah pelatihan saya mendapatkan whatsapp message dari suyet sbb:
"Oiya Pak Hari, saya dpt 1 hal yg penting lg hari ini. Ternyata baru bljr dan belum buka praktek therapy saya sdh menghasilkan uang. Meskipun nominalnya hanya 10rb. Tapi pesan moral buat saya, ini adalah keyakinan saya untuk kedepannya saya insya Allah Pasti bisa menghasil yg lebih lg jumlahnya berkali kali lipat... Aamiin"

Saya kemudian  berpesan kepada suyet bahwa  yang kami lakukan itu adalah sebagian dari implementasi rasa syukur dengan accept dan explore tadi. Saya katakan agar dia rajin mengksplore kemampuan lain yang telah diberikan Allah agar nantinya kita bisa menjadi rahmatan lil alamin, rahmat untuk alam beserta segala isinya. Karena bila kita lalai, dan tidak mengeksplore, seperti halnya smartphone yang bisa diminta lagi oleh bos kita, bisa saja Allah selaku Bos dari Segala Bos mengambil semua potensi kita dan memberikannya kepada orang lain.

Ya, karena SYUKUR adalah 
Saya 
Yakin 
Usaha 
Kita 
Urusan 
Rabb.

Tertarik untuk accept & explore?

Daftarkan saja diri Anda dalam Workshop Find The Hypnotist in YOU!  rutin setiap bulan di Cafe Therapy Bogor

Tabik
- haridewa -
Happiness Life Coach
Professional Hypnotherapist
FB: Hari Dewanto
WA: 08179039372

Thursday, April 19, 2018

Human Model of the World

Ayam atau Bebek
Berikut ini adalah cerita dari seorang GURU, Ajahn Chah dari Thailand timur laut.
Sepasang pengantin baru tengah berjalan bergandengan tangan di sebuah hutan pada suatu pagi musim panas yang indah, seusai sarapan. Mereka sedang menikmati kebersamaan yang menakjubkan tatkala mereka mendengar suara di kejauhan: "Kwek! Kwek!"
Hasil gambar untuk kukuruyuk"Dengar," kata si istri, "Itu pasti suara ayam."
"Bukan, bukan. Itu suara bebek," kata si suami.
"Nggak, aku yakin itu ayam," si istri bersikeras.
"Mustahil. Suara ayam itu 'kukuruyuuuk!', bebek itu 'kwek! kwek!' Itu bebek, Sayang," kata si suami dengan disertai gejala-gejala awal kejengkelan.
"Kwek! Kwek!" terdengar lagi.
"Nah, tuh! Itu suara bebek," kata si suami.
"Bukan, Sayang. Itu ayam. Aku yakin betul," tandas si istri, sembari menghentakkan kaki.
"Dengar ya! Itu a… da… lah… be… bek, B-E-B-E-K. Bebek! Mengerti?" si suami berkata dengan gusar.
"Tapi itu ayam," masih saja si istri bersikeras.
"Itu jelas-jelas bue… bek, kamu… kamu…."

Terdengar lagi suara, "Kwek! Kwek!" sebelum si suami mengatakan sesuatu yang sebaiknya tak dikatakannya.
Si istri sudah hampir menangis, "Tapi itu ayam…."
Si suami melihat air mata yang mengambang di pelupuk mata istrinya, dan akhirnya, ingat kenapa dia menikahinya. Wajahnya melembut dan katanya dengan mesra, "Maafkan aku, Sayang. Kurasa kamu benar. Itu memang suara ayam kok."
"Terima kasih, Sayang," kata si istri sambil menggenggam tangan suaminya.
"Kwek! Kwek!" terdengar lagi suara di hutan, mengiringi mereka berjalan bersama dalam cinta.
***

Sidang pembaca yang berbahagia, mungkin kita juga pernah berada dalam situasi seperti cerita di atas. Pertanyaannya bukanlah kenapa bisa terjadi hal seperti ini atau siapa yang salah, melainkan bagaimana hal seperti itu bisa terjadi.

NLP (Neuro Linguistic Programming)  mengenalkan kita pada sebuah 'Communication Model' atau  sering juga disebut dengan 'Human Model of the World' (HMoW), yang menguraikan bahwa sumber dari sebuah belief adalah kondisi pikiran-perasaan atau state of mind.

Hasil gambar untuk human model of the worldSebuah informasi yang masuk melalui ke-lima panca indera kita tidak begitu saja disimpan, namun difilter dulu oleh pengalaman masa lalu sehingga sebenarnya sebuah belief merupakan sebuah 'persepsi' saja adanya. Maka kunci dari Human Model of the World,  ada pada pengelolaan 'persepsi' atau lebih dikenal sebagai Internal Representative (IR).

Memahami proses terjadinya IR akan menjadikan kita mengenal diri dan lingkungan, sebab kita jadi tahu bagaimana sebenarnya pikiran ini bekerja. Bahwa makna sebuah situasi yang kita hadapi  tidak terletak pada kejadiannya, melainkan pada cara kita menyimpan informasi akan kejadian serupa di masa silam yang tersimpan dalam pikiran.

Onomatope
Ketika berada di bangku sekolah dulu, saya pernah belajar teori bahasa yang disebut onomatope. Menurut KBBI, onomatope (Inggris: onomatopoeia) adalah nominalisasi kata tiruan bunyi, misalnya 'kokok' merupakan tiruan bunyi ayam, 'cicit' merupakan tiruan bunyi tikus.

Makna lain onomatope adalah pembuatan kata berdasar pada  apa yang didengar. 'Plung' adalah bunyi benda yang masuk ke air. 'Gludug' adalah bunyi benda keras besar terjatuh ke lantai. 'Krompyang' adalah bunyi kaca yang pecah. Dlsb.

Ada kawan saya setiap janjian di Giant selalu mengirim pesan "kita ketemu di gayen". Belum lagi dulu banyak team saya yang menulis 'remainding' untuk mengingatkan dokter agar senantiasa meresepkan produk kami.

Semua itu terjadi karena informasi yang masuk melalui telinga (auditory) diproses menggunakan pengalaman subyektif untuk kemudian direpresentasikan dalam bentuk ujaran (kata)  tadi.

Kembali ke suara ayam di atas, ternyata pelbagai bangsa menengarai bunyinya sesuai dengan Human Model of the World mereka masing-masing.
Bangsa  Inggris menyebut suara ayam jantan dalam menyambut pagi dengan ‘cock-a-doodle-doo’. Ayam jago Belanda juga tak mau kalah membangunkan manusia dari peraduannya dengan seruan ‘kukeleku’. Ayam jantan Perancis yang bertetangga akan menyahut dengan ‘cocorico’.

Dan berikut adalah padanan kokok ayam dalam berbagai bahasa dunia lainnya antara lain ‘kikeriki’ (Jerman), ‘quiquiriquí (Spanyol), ‘cucurigu’ (Rumania dan Bulgaria), ‘chicchirichi’ (Italia), ‘gue-gue’ (China), ‘kou-kou-kou-kou’ (Jepang), ‘kou-ka-re-kou’ (Rusia).

Di negara kita sendiri, tak semua ayam jago akan menyerukan ‘kukuruyuk’ menyambut datangnya pagi. Di kawasan Jawa Barat, ayam jantan Sunda akan bersenandung ‘kong-ko-rongok’.
***
Sidang Pembaca yang berbahagia,  dengan memahami HMoW maka kita juga akan mampu memahami perilaku seseorang sesuai dengan belief mereka. Seperti si suami pada kisah Thailand di atas akhirnya sadar, siapa sih yang peduli itu ayam atau bebek? Yang lebih penting adalah keharmonisan mereka, yang membuat mereka dapat menikmati kebersamaan pada malam yang indah itu.

Berapa banyak pernikahan yang hancur hanya gara-gara persoalan sepele? Berapa banyak perceraian terjadi karena hal-hal "ayam atau bebek"? Ketika kita memahami cerita tersebut, kita akan ingat apa yang menjadi prioritas kita. Pernikahan jauh lebih penting ketimbang mencari siapa yang benar tentang apakah itu ayam atau bebek.

Lagi pula, betapa sering kita merasa yakin, amat sangat mantap, mutlak bahwa kita benar, namun belakangan terbukti ternyata kita salah?
Lho, siapa tahu? Mungkin saja suara yang terdengar pagi itu adalah ayam yang direkayasa genetik sehingga bersuara seperti bebek!
"Kwek! Kwek...!"

Sila tebar jika manfaat

Salam Bahagia

Tabik
-haridewa-
Happiness Life Coach
Professional Hypnotherapist
WA: 08179039372
FB: Hari Dewanto

Artikel Unggulan

PEDAGANG ATAU WIRAUSAHA?

A lhamdulillah acara Kab Bogor Berdaya hari ini berjalan lancar meski sempat diwarnai kekhawatiran panitia karena hujan mengguyur Bogor ...